Selasa, 04 Mei 2010

Revitalisasi Gerakan Pramuka, Menpora Imbau Dewan Kerja Tampil Terdepan

Jawa Timur : Guna memaksimalkan revitalisasi gerakan pramuka agar lebih diminati oleh kaum muda, Menteri Pemuda dan Olah Raga (Menpora) Andi Malarangeng mengimbau pada dewan kerja pramuka di tingkat nasional, daerah, dan cabang bisa tampil terdepan. Ini disampaikan oleh Ketua DKD Kwartir Daerah Gerakan Pramuka (Kwarda GP) Jawa Timur, Zamzami Sabiq usai menghadiri sidang paripurna nasional (siparnas) dan rakernas dewan kerja pramuka di Cibubur Minggu lalu yang dibuka oleh Menpora.

"Dari imbauan Menpora itu, dewan kerja melalui siparnas dan rakernas langsung merespon dengan mengaplikasiakan dalam bentuk beberapa program kerja untuk memaksimalkan revitalisasi gerakan pramuka," ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (29/4).

Ia menuturkan, hasil dari siparnas terdapat kesepakatan untuk membentuk kelompok kerja untuk mengkonsep pemebenahan kurikulum bagi penegak dan pandega. Dalam kelompok kerja ini, Jatim juga masuk dalam tim. Kelompok kerja ini bertugas untuk mengubah petunjuk pola pembinaan atau kurikulum bagi penegak pandega.

"Perubahan pola pembinaan ini sangat diperlukan karena pola yang lama yang diterbitkan terakhir kali pada tahun 1988 dianggap sudah tak relevan lagi untuk diaplikasikan saat ini," ujarnya.

Untuk itu, melalui kelompok kerja ini, dewan kerja mengupayakan prosesnya hingga dikeluarkannya SK Kwarnas baru tentang pola pembinaan penegak pandega. Ia mengatakan, dari hasil rakernas juga disepakati beberapa program yang bakal direalisasikan tahun ini sebagai wujud revitalisasi pramuka yang diprakarsai oleh dewan kerja.

Program itu antara lain, perencanaan pembentukan pra siaga, pelaksanaan kegiatan perkemahan antar satuan karya (peran saka) nasional, dan wira karya nasional. Menurut dia, untuk pembentukan pra siaga ini dirasa perlu sebagai bentuk revitalisasi pramuka pada generasi muda yang diterapkan sejak usia dini.

"Jika saat ini jenjang pramuka masih diawali pada tingkat siaga, maka pra siaga ini dimaksudakan untuk membiasakan anak belajar melalui gerakan pramuka sejak kecil. Ini menjadi terobosan baru yang sangat memungkinkan untuk direalisasikan," katanya. Untuk kegiatan peran saka nasional yang diikuti pramuka penegak dan pandega yang menjadi anggota saka adalah perkemahan besar yang diselenggarakan oleh minimal dua dari tujuh saka yang ada di Indonesia.

Rencananya, peran saka tahun ini bakal digelar di Pulau Nipah, Provinsi Kepulauan Riau pada Juni mendatang. Sedangkan untuk perkemahan wirakarya nasional yang juga diikuti pramuka penegak dan pandega ini bakal digelar di Nangroe Aceh Darussalam. Wirakarya yang berbentuk perkemahan besar ini digelar dalam rangka mengadakan integrasi dengan masyarakat dan ikut serta dalam kegiatan pembangunan masyarakat.

Dari seluruh program dan kegiatan yang bakal digelar tahun ini merupakan implementasi dari hasil siparnas dan rakernas dengan merujuk dari imbauan Menpora. Dari berbagai kegiatan yang akan dilakukan itu, pihaknya pun kini tengah mempersiapkan diri untuk membantu pelaksanaannya. "Kami akan terus berkoordinasi dengan DKD provinsi lain dan DKN untuk dapat menyukseskan berbagai program tersebut," ujarnya. (sumber : pramuka.or.id)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar